Matahari Di Atas Gili
Matahari Di Atas Gilli berkisah tentang harapan akan perjumpaan. Novel ini mengambil latar Pulau Gilli; sebuah pulau kecil di seberang Probolinggo yang didiami penduduk etnis Madura.
Matahari Di Atas Gilli berkisah tentang harapan akan perjumpaan. Novel ini mengambil latar Pulau Gilli; sebuah pulau kecil di seberang Probolinggo yang didiami penduduk etnis Madura.
| 1 quantity |
|---|
| -15% |
“Ia tidak memakai bahasa uraian, atau gambaran yang klinis, tetapi dengan metafora-metafora puitis yang jauh lebih bisa mendalam gambarannya. “Inilah keistimewaan Lintang dalam kemampuannya melukiskan peristiwa jiwa. Barangkali dalam hal ini hanya bisa ditandingi oleh Leila Chudori, yang secara kebetulan juga seorang perempuan.”
– W.S. Rendra
“…Novel Lintang Sugianto ini dalam pusaran itu, kuat dengan kekhasan dari sastra semacam itu: plot dan karakter yang teguh linearitas yang terjaga, ide-ide heroistik dan misianistik, hingga situasi-situasi tragik (kadang komedik) menjadi bumbu di dalamnya. Seperti danau yang bijak, ia melenakan.”
– Rhadar Panca Dahana
Matahari Di Atas Gilli berkisah tentang harapan akan perjumpaan. Novel ini mengambil latar Pulau Gilli; sebuah pulau kecil di seberang Probolinggo yang didiami penduduk etnis Madura. Konon, pada zaman dahulu seorang Syekh terpukau melihat keindahan yang tak biasa dari pulau itu, lantas memutuskan untuk singgah di sana. Setelah tinggal beberapa lama di dalam sebuah gua yang kemudian oleh penduduk Gilli diberi nama Goa Kucing, Syekh tersebut memerintahkan pengikut-pengikutnya untuk tetap tinggal di sana sementara ia kembali melanjutkan perjalanan. Merekalah, orang-orang Madura itu, yang kelak berpredikat sebagai nenek moyang penduduk Gilli.
Dikatakan bahwa Gilli “amat dekat dengan matahari” karena di sana sangat panas. Hujan hanya turun beberapa kali dalam setahun sebagai jeda dari musim panas yang seperti tak berkesudahan.
Membaca novel ini seperti menjejakkan kaki langsung di tanah Gilli. Betapa tidak, penulisnya adalah seorang penyair. Sedapat mungkin ia menghindarkan novel ini dari deskripsi. Sebagai gantinya adalah metafora-metafora segar yang mengena. Maka pembaca pun akan tersihir seolah benar-benar ia sedang berada di sana, di atas pasir-pasir yang berkilauan sinar matahari sambil mendengar angkuhnya deburan ombak yang bergulung-gulung di pantai Gilli.
No customer comments for the moment.
Only registered user can post a new comment.
No products
Shipping
Rp 0,00
Total
Rp 0,00
No new product at this time
No specials at this time